Belanja APBN di Bengkulu Perlu Dipacu Bantu Untuk Kendalikan Inflasi

Bengkulu, solusi-news.com – Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu (Kanwil DJPb) menyatakan akselerasi belanja APBN di daerah perlu dilaksanakan sebagai upaya pengendalian inflasi dari sektor kebijakan fisikal.

Kakanwil DJPb Provinsi Syarwan mengatakan, belanja APBN perlu dipacu, hal ini dilakukan mengingat belanja APBN dapat membantu daerah dalam mengendali angka inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu. Namun kepada pemerintah daerah tetap harus dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian, agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“APBN merupakan tumpuan dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi dari sisi kebijakan fiskal,” ujar Syarwan pad saat Press Release APBN Provinsi Bengkulu, Selasa (27/9).

Dijelaskan Syarwan, realisasi APBN sampai dengan 31 Agustus 2022 di regional Bengkulu terus menunjukan tren yang positif khususnya di sisi penerimaan. Sampai dengan akhir Agustus 2022, realisasi pendapatan negara di Provinsi Bengkulu tercatat mencapai Rp 1,8 triliun atau 79 % dari target pada APBN 2022 sebesar Rp 2,35 triliun.

“Dari kinerja penerimaan sebenarnya sudah bagus, kita berharap sampai penutupan tahun 2022 ini, tren positif ini tetap berlanjut,” harapnya.

Diaktakan Syarwan, saat ini dunia dalam ancaman krisis pangan dan energi, serta inflasi yang tinggi. Pemda-pemda harus merespons ini dengan mengakselerasi penyerapan APBN.

“APBN diharapkan terus berperan dalam menyerap tekanan-tekanan terhadap perekonomian (shock absorber) guna menjaga pemulihan ekonomi agar tetap berlanjut dan semakin kuat, menjaga daya beli masyarakat, dan mendukung konsolidasi fiskal,” jelasnya.

Sementara itu, realisasi komponen pendapatan terdiri dari penerimaan perpajakan mencapai Rp 1,5 triliun atau 77,4 persen dari target sebesar Rp 2 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 294,77 miliar atau 89,1% dari target sebesar Rp 330,97 miliar. (R)

Leave a comment