Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Ada 4 Tipe Swakelola

Nganjuk, solusi-news.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk melaksanakan pengerjaan kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan tahun 2022 menggunakan metode swakelola tipe I di lingkungan pendidikan baik di Sekolah Dasar ( SD), Ataupun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP)

Program swakelola DAK merupakan salah satu bentuk program pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan di Bidang Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Dr Sopingi AP MM melalui Kepala Bidang (Kabid) SMP, saat di konfirmasi awak Media Beritaterbit.com , Restiyan mengatakan ,” di tahun 2022 , Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk telah melaksanakan pengerjaan swakelola tipe I untuk 62 lembaga, masing-masing , 26 lembaga Sekolah Dasar (SDN) dan 36 lembaga Sekolah Menengah Pertama Negeri ( SMPN ).

,” Perlu Di ketahui pagu anggaran kegiatan DAK Fisik Bidang Pendidikan total sebesar Rp 50.657.000.000,-.Yaitu pagu untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) sebesar Rp 11.064.000.000, sedangkan pagu untuk Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) sebesar Rp 39.593.000.000 ,” jelas Restiyan yang juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DAK Fisik Bidang Pendidikan Tahun 2022.

Masih Lanjut Restiyan ,” dasar pelaksanaan kegiatan DAK dengan swakelola tipe I Mengacu pada Perpres Nomor 7 2022 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik Tahun Anggaran 2022, Permendikbud Ristek Nomor 3 Tahun 2022 tentang Petunjuk Operasinal Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2022, dan Peraturan LKPP Nomor 3 tahun 2021 tentang Pedoman Swakelola.

Lebih lanjut ,” Terkait dengan swakelola yang merupakan bentuk salah satu cara di dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa , garis besarnya ada 4 tipe yang di gunakan.

,” tipe 1 yaitu melibatkan team perencana, team pelaksana dan tim pengawas di dalam internal sekolah dan di internal SKPD, dalam hal ini Dinas Pendidikan ,” terangnya.

Swakelola tipe 2 yaitu melibatkan instansi pemerintah lainnya, seperti Dinas PUPR. Swakelola tipe 3 melibatkan organisasi Masyarakat (ormas) , misal Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah , sedangkan tipe 4 yaitu melibatkan kelompok masyarakat, seperti komite sekolah.

,” Bawasanya Untuk Swakelola Tipe 1, dari pihak sekolah bertugas membantu Dinas Pendidikan sebagai teamm pelaksana. Sedangkan penangung jawab kegiatan DAK Fisik Bidang Pendidikan adalah Kepala Dinas Pendidikan ,” tegas Restiyan.

Masih Kata Restiyan ,” ada beberapa bentuk pekerjaan yang dikerjakan Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk dalam program kegiatan DAK Fisik Bidang Pendidikan Tahun 2022 ini.

,” Bawasannya untuk lembaga Sekolah Dasar (SD) meliputi rehab ruang kelas, toilet, perpustakaan, ruang guru, ruang UKS, laboratorium computer, laboratorium IPA, ruang kepala sekolah, dan pembangunan toilet, UKS, ruang perpustakaan, ruang guru, laboratorium computer,” terang restiyan.

Untuk SMP, lanjut Restiyan, rehab ruang kelas, perpustakaan, ruang UKS, laboratorium computer, ruang guru, ruang tata usaha, tempat ibadah laboratorium IPA, ruang kepala sekolah, dan pembangunan toilet, UKS, ruang perpustakaan, serta pembangunan laboratorium computer.

Dengan Demikian Diakuinya ,” masih banyak kekurangan pembiayaan untuk pembenahan pada dasarnya terutama gedung yang rusak khususnya di satuan pendidikan SD.

,” Demikian juga semoga dengan dikucurkannya DAK Fisik Bidang Pendidikan ini, paling tidak bisa mengurangi kebutuhan pembangunan atau rehab gedung yang ada di Kabupaten Nganjuk,” harapnya dengan nada sangat di pastikan.

Kata Restiyan ,”pihaknya terus berupaya agar pencapian capaian pelaksanaan kegiatan DAK tersebut bisa terselesaikan secara tepat dan hasilnya lebih bagus.

Harapannya, di tahun ini ,” kita mendapat reward kembali, sehingga usulan tahun depan, kuota bantuan DAK bisa lebih besar lagi untuk menyelesaikan sarana prasarana terutama satuan pendidikan SD di Kabupaten Nganjuk ,” tandas Restiyan.

 

 

Reporter : Gendro

Leave a comment