Dikelola Pihak Ketiga, Parkir Zona 6 Panorama Lebih Tertata Baik

BENGKULU,solusi-news.com – Pengelolaan parkir zona 6 kawasan Pasar Panorama Kota Bengkulu yang mulai Januari 2022 dikelola pihak ketiga, yakni CV Baskara Hutani Persada (BHP) mendapat respon positif masyarakat Kota Bengkulu. Pasalnya selama ini kondisi kawasan Panorama terkesan semrawut dalam penataan juru parkir (jukir). Sejak dikelola pihak Ketiga mulai tertata rapi.

Diketahui, persoalan parkir di kawasan Panorama selama ini tidak kunjung tuntas. Lantaran terlebih banyak sekali juru parkir (jukir) yang tidak pernah memegang Surat Perintah Tugas (SPT). Dalam artian banyak pemilik SPT yang memperjualbelikan SPT kepada jukir. Bahkan hal ini juga membuat kondisi Pasar Panorama yang semrawut, banyak lokasi parkir dijadikan lapak pedagang berjualan secara sembarangan.
“Kita melihat sejak dikelola pihak ketiga kawasan parkir jadi tertata baik. Sebab kalau dulu sebelum dikelola pihak ketiga kondisi semrawut, banyak juru parkir memungut biaya pedagang agar bisa berjualan dibadan jalan,” ucap Anton salahsatu pemilik toko sembako kawasan Panorama.

Dikatakan Anton, pengelolaan parkir kawasan Panorama memang harus dilakukan oleh orang profesional yakni pihak ketiga. Sebab kawasan Pasar Panorama ini penuh keramaian dan merupakan kawasan padat lalu lintas.
“Apalagi di pasar ini banyak kepentingan, jadi memang harus pengelolaan parkir itu dikelola pihak ketiga. Sebab seperti kami pemilik toko terkadang resah melihat banyak pedagang kaki lima yang berjualan sembarangan didepan toko, dan ketika kita tanya pedagang mereka sudah setor ke oknum jukir. Nah inilah yang harus ditertibkan,” bebernya.

Ket foto : Parkir Zona 6 Panorama Lebih Tertata Baik.-(solusi-news.com).tsy

Sementara terpisah pengelola zona 6 Panorama, Fachrulsyah mengungkapkan, pihaknya dalam mengelola parkir kawasan zona 6 tersebut akan dilakukan secara profesional. Demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Yang jelas kita pada prinsipnya ingin menjadikan parkir di kawasan Panorama tertata lebih baik, dan PAD parkir meningkat dari sebelumnya,” ungkapnya.

Terkait ada isu soal pihak ketiga menaikkan retribusi parkir hingga 300 persen, Bang Aul sapaan akrabnya membantah hal tersebut. “Tidak benar itu. Apalagi ada yang memberitakan retribusi naik dari Rp. 300 ribu menjadi Rp. 1,3 juta. Tentu itu berita bohong. Sebab tim kita ada dilapangan, dan terus mengawasi,” tegas Bang Aul.

Bang Aul juga mengaku, bahwa timnya sudah turun kelapangan melakukan investigasi. Hasilnya tim menemukan ada jukir yang “diperas” oleh pemilik SPT.
“Seperti temuan itu ada jukir yang menyetor Rp. 130 ribu perhari kepada pemilik SPT. Artinya tiap bulan pemilik SPT itu mengumpulkan Rp. 3,9 juta. Sementara yang disetorkan ke perusahaan hanya Rp. 1,3 juta. Artinya tiap bulan pemilik SPT itu yang hanya duduk saja, bisa untung Rp. 2,6 juta,” ungkapnya.

Lanjut Bang Aul, bila juru parkir ada persoalan dilapangan atau keluhan, ia meminta jukir menyampaikan langsung ke perusahaan.
“Yang kita lihat justru teriak-teriak itu pemilik SPT bukan juru parkirnya. Karena para juru parkir disana juga tenang-tenang saja,” pungkasnya.(**)

Leave a comment