DJPb Bengkulu Kendalikan Inflasi Sektor Transportasi

Bengkulu, Solusi-news.com – Badan Pusat Statistik telah mengumumkan inflasi Bengkulu pada September 2022 di Kota Bengkulu sebesar 1,22 persen. Sektor transportasi mengalami inflasi terbesar yakni 8,80 persen.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Syarwan mengatakan, terus mendorong Pemerintah daerah agar mengendalikan dan memberikan subsidi sektor-sektor penting dan berdampak seperti transportasi dan pangan supaya daya beli konsumen tidak semakin tergerus nantinya.

“Kabarnya bantuan untuk subsidi transportasi masih berproses oleh teman-teman di Pemda. Dengan bantuan subsidi transportasi nantinya bisa langsung ke pemilik-pemilik kendaraan angkutan umum atau kendaran yang mengankut barang-barang konsumsi dan seterusnya,” ujar Syarwan, saat press realis realisasi APBN di Kantor Kanwil DJPb, Jumat (14/10).

Ket foto : press realis realisasi APBN di Kantor Kanwil DJPb, Jumat (14/10).-(solusi-news.com).R

Dilanjutkan Syarwan, Pemda bisa melakukan pemanfaatan 2 persen Dana Transfer​ Umum (DTU) untuk membantu sektor transportasi dan tambahan perlindungan sosial. Inflasi bulan ini utamanya disebabkan oleh naiknya harga bensin, solar, tarif kendaraan travel, angkutan dalam kota, angkutan antar kota, telur ayam ras, accu, daging ayam ras, rokok kretek filter dan mobil.

“Kebijakan pengendalian inflasi di Bengkulu perlu berfokus kepada sektor transportasi makanan dan minuman yang berpotensi mengalami kenaikan, kebijakan tersbut bisa dilaksanakan melalui penggunaan BTT dan Earmark DTU 2% sebagai bantalan sosial pada Pemda,” jelasnya.

Saat ini bantalan sosial dari APBN antara lain BLT BBM sebesar Rp 150 ribu per KPM per bulan dan BSU bagi pekerja yang berpenghasilan rendah dari Rp 3,5 juta sebesar Rp 600 ribu per bulan per pekerja. Telah tersalurkan sebanyak Rp 5,3 miliar untuk 8.886 pekerja.

“Kita berharap dengan pemberian subsidi, maka inflasi atau harga-harga produk barang dan jasa tidak perlu naik terlalu cepat. Kalau diberikan kepada sektor transportasi, moga-moga peningkatan harga BBM tidak serta merta menjadi peningkatan dari ongkos transportasi di daerah-daerah, tutupnya. (R)

Leave a comment