FESyar Bengkulu 2022 Diharapkan Menjadi Kebangkitan Semangat Penggiat Ekonomi Syariah

Bengkulu, solusi-news.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bengkulu, resmi menutup kegiatan Road to FESyar (Festival Ekonomi Syariah) 2022 Regional Provinsi Bengkulu yang berlangsung di Hotel Mercure, Jumat (29/7).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat Pemulihan Ekonomi Bengkulu yang bagian dari rangkaian kegiatan Road to FESyar Regional Bengkulu Tahun 2022 menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)  yang akan diselenggarakan di Provinsi Aceh pada tanggal 4 – 6 Agustus 2022 mendatang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Joni Marsius mengatakan, nantinya peserta terbaik dari masing-masing kategori lomba akan dikompetisikan kembali untuk mencari kandidat terbaik untuk menjadi wakil Bengkulu pada ajang FESyar Sumatera di Aceh pada Agustus 2022 mendatang.

“Ada 7 kategori lomba FESyar yakni Pondok Pesantren Unggulan, Lembaga Ziwaf Unggulan, Wira Usaha Syariah, Tari Daerah Islami, Kaligrafi, Desain Busana Muslim dan MTQ. Juara pertama nantinya dari masing-masing kategori lomba akan mewakili Provinsi Bengkulu pada tingkat Sumatra di provinsi Aceh,” ujar Joni Marsius, Jumat (29/)7).

Kepala Bank Indonesia membentuk Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) untuk memperkuat pengembangan ekonomi syariah di Bengkulu.

“BI Bengkulu telah menginisiasi terbentuknya himpunan ekonomi pesantren (Hebitren) semoga dapat mendorong kolaborasi bisnis antar pesantren sehingga kemandirian pondok pesenatren sebagai pertumbuhan ekonomi baru di Bengkulu,” jelasnya.

Kegiatan Road to FESyar KPwBI Bengkulu digelar selama tujuh hari hari pada 22-29 Juli 2022. Rangkaian acara Road to FESyar KPwBI Bengkulu resmi ditutup sekaligus pengumuman pemenang dari setiap lomba.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Road to Fesyar di KPwBI Bengkulu ini diharapkan juga bisa semakin meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terkait dengan potensi ekonomi dan keuangan syariah dalam mendorong upaya pemulihan ekonomi nasional melalui berbagai sarana, di antaranya zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) serta wakaf produktif sebagai salah satu potensi yang dapat didorong dan dimanfaatkan untuk mendukung kesejahteraan umat.

Ket foto : resmi ditutup kegiatan Road to FESyar (Festival Ekonomi Syariah) 2022 Regional Provinsi Bengkulu yang berlangsung di Hotel Mercure, Jumat (29/7).-(solusi-news.com).tsy

Selain itu, juga membangun sinergisitas antara masyarakat, pemerintah daerah maupun lembaga pemerintah, pondok pesantren, serta akademisi dalam pengembangan ekonomi syariah.

“Juga mengembangkan kemandirian pesantren penciptaan santripreneur dalam mendukung perekonomian,” ungakpnya.

Ia menambahkan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu juga telah melakukan upaya pengembangan ekonomi syariah melalui program kemandirian pesantren, pelatihan fasilitasi produk halal, serta mencetak santripreneur melalui sinergi dan kolaborasi program antara pesantren dengan UMKM unggulan.

Sementara itu, Asisten 2 Pemprov Bengkulu Fachriza Razie menyambut baik rencana pembinaan ekonomi syariah. Menurutnya hal ini dapat menumbuhkan perekonomian Bengkulu.

Terutama pada pembinaan pondok pesantren yang didorong sebagai pilot project ekonomi syariah. Ia berharap seluruh pondok pesantren yang ada di Bengkulu nantinya dapat mengimplementasikan program ini.

“Saya yakin Bengkulu akan sama dengan daerah-daerah lain di Indonesia dalam pengembangan ekonomi syariahnya. Pemda Provinsi terus mendukung dan untuk pemenang akan mewakili Bengkulu dan semoga nantinya juga dinilai baik pada acara Banda Aceh,” tutupnya. (R)

Leave a comment