Kadis Diknas Kota Bengkulu Emosi Saat Dikonfirmasi Terkait PPDB

Bengkulu, solusi-news.com- Dunia pendidikan Kota Bengkulu mendapat sorotan publik, karena dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) diduga seperti benang kusut alias kramak – krumuk.

Lantas wartawan melakukan wawancara akan permasalahan ini kepada Kepala Dinas (Kadis) Kota Bengkulu Sehmi, namun saat sesi wawancara berlangsung membuat Kadis kesal dan emosi karena wartawan tersebut seolah mengejek dirinya.

Pada saat Kadis menjelaskan perihal sistem zonasi, lantas wartawan memotong dan mencontohkan kenapa dari manna dan mukomuko dapat, seolah diduga kalimat yang keluar dari wartawan tersebut ejekan (mengenyek) untuk Kadis.

“Pertanyaan kau bukan seperti itu, kalau kau wartawan pertanyaan kau cak ini, ngapo itu dak pacak disitu. Baru aku jawab, tapi kalu pertanyaan kau cak itu kau ngenyek namonyo,” kata Sehmi.

Tujual awal wartawan hanya ingin mengkonfirmasi terkait saat ini masih ada siswa tak dapat sekolah akibat sistem penerimaan siswa baru yang dianggap ribet dan banyak kelemahan, tetapi sikap yang diberikan oleh sang Kadis yang juga seorang Pemimpin kurang pantas.

Nada Kadis yang agak naik dengan bahasa keras, agak membentak wartawan, ini perlu diluruskan, dimana sikap dan emosional tersebut terekam dan menjadi bukti kalau wartawan yang bertugas mendapatkan tindakan yang kurang baik apalagi ada nada pengancaman.

“Aku datangi rumah kau kelak,” ucap Kadis kepada wartawan saat situasi mulai tak kondisif.

Ucapan Kadis Pendidikan tersebut sangatlah tidak baik , seharusnya tidak pantas untuk menjadi seorang Kadis pendidikan karna sifatnya seperti premanisme.

Dimana wartawan melakukan konfirmasi dan wawancara untuk memperoleh pemahaman dan informasi, sehingga membantu menyampaikan keluhan wali murid yang sebenarnya harus mendapatkan hak anaknya untuk tetap melanjutkan sekolah.

Terkait permasalahan tersebut membuat wartawan yang akan melakukan konfirmasi tidak mendapatkan hasil dan sia-sia membuang waktu hanya meladeni sikap sang Kadis yang emosional.

Lantas mengapa sang Kadis mengancam wartawan?, apakah dia merasa terganggu dengan pertanyaan yang diberikan wartawan kepadanya?. Seharusnya sebagai pejabat, dia mampu memberikan informasi dan data terkait hal tersebut ke Wartawan.

Sifat kecerobohan yang sedang dilakukan oleh Kadis Pendidikan Kota Bengkulu itu, menggambarkan kalau dia merasa takut dan terganggu dengan persoalan soal yang sedang bergulir.

Saat kami minta tanggapan dari Walikota terkait arogansi Kadis pendidikan kota Bengkulu terhadap wartawan sewaktu konfirmasi, tidak ada respon pak walikota saat di whatsapp atau ditelpon. (R/ichan)

Leave a comment