Makan Kucing di Bengkulu Utara Tak Melanggar Hukum Pidana

Bengkulu, Solusinews.click – Viralnya kasus orang menyembelih

dan makan kucing di Kabupaten Bengkulu Utara mendapatkan respon dari manyarakat pecinta daging anjing di Bengkulu.

Pasalnya, pelaku yang menyembelih dan memakan kucing tersebut sampai harus diseret ke Polres setempat.

John mengatakan, tidak ada pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang melarang orang untuk
memakan kucing. Bahkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (LHK) Nomor P.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan
dan Satwa Yang Dilindungi, tidak menetapkan kucing sebagai salah satu Satwa yang dilindungi. Sehingga tidak ada dasar bagi kepolisian memproses warga Bengkulu Utara yang memakan
kucing tersebut.

“Itu hak asasi dia, dia mau makan kucing itu terserah dia, kan secara hukum itu tidak melanggar dan tidak bisa dipidana,” kata John, kemarin (14/9).

Menurut John, aktivitas makan kucing adalah hal biasa di masyarakat. Bahkan beberapa masyarakat ada yang secara
terang-terangan memakan anjing.

Fenomena ini banyak dijumpai
di Pasar Ekstrem Tomohon, Sulawesi Utara. Selain itu, banyak rumah makan dengan menu Kucing dan Anjing di Sumatera Utara khususnya Tapanuli tapi tidak di proses hukum oleh aparat
penegak hukum disana.

“Kenapa kucing diributkan, anjing dan kucing saja di Sulawesi Utara dan Sumatera Utara di konsumsi dan itu tidak melanggar hukum. Polisi harusnya mengurusi urusan yang lebih penting
daripada ribut soal orang makan kucing seperti korupsi, narkoba, hingga pelanggaran hukum yang lebih berat lainnya,” tutur John.

John menilai, pasal apa yang akan diterapkan oleh pihak kepolisian terkait kasus warga memakan kucing. Selama kucing tersebut merupakan hewan peliharaannya. Beda cerita jika
kucing tersebut bukan hewan peliharaannya atau kucing tetangga, kemungkinan bisa dijerat pasal pencurian.

“Mau dijerat pasal apa orang itu, dasar hukumnya mana, jangan asal terima laporan lalu menangkap orang dan memenjarakan orang,” kata John.

Lebih lagi John menilai, pasal yang disangkakan kepada warga tersebut yakni Pasal 302 ayat 2 KUHP yang berbunyi jika perbuatan itu mengakibatkan sakit lebih dari seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya, atau mati, yang
bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan
bulan, atau pidana denda paling banyak tiga ratus rupiah, karena penganiayaan hewan.

Padahal ancaman pasal tersebut hanya berlaku jika dilakukan tidak dengan maksud yang patut atau melewati batas yang diizinkan.

Sementara pelaku yang memakan kucing sudah mengaku jika itu dilakukan karena lapar artinya pelaku tidak melakukan itu dengan maksud yang tidak patut, menyembelih atau memotong dengan tujuan untuk mengkonsumsi bukan menyiksa.

“Itu kan untuk dia makan, kenapa di penjara, kalau begitu penjara juga orang yang sembelih ayam, sembelih kambing, sapi, anjing dan sebagainya, toh itu juga hewan peliharaan, kan tidak mungkin.

Karena mereka menyembelih dengan maksud dan tujuan yang jelas, termasuk juga yang menyembelih dan memakan kucing ini,” tutupnya.

Leave a comment