Tarif Objek Wisata Rerebe Terlalu Tinggi Sehingga Pengunjung Merasa Dipungli

Gayo Lues, solusi-news.com – Musim liburan biasa terjadi pemungutan tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan. Meski termasuk pungutan liar (pungli) namun hal ini kerap terjadi karena ada kesepakatan antara penjaga parkir dan pemilik kendaraan.

Padahal, tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan bisa dikenai tindak pidana. Seperti yang terjadi di objek wisata Kolam Biru Rebe diduga tidak memiliki izin, APH diminta tertibkan lahan parkir di objek wisata Kolam Biru Rerebe, Jum’at 6 Mei 2022.

Berdasarkan pantauan Ketua PKN Gayo Lues Abdulah pada objek Wisata Kolam Biru Rerebe, Kabupaten Gayo Lues bahwa ada lahan parkir yang diduga tidak memiliki izin, parkir tersebut memungut biaya tergolong besar kepada pengguna kendaraan bermotor yang berkunjung ke objek wisata tersebut.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun terkait besaran pungutan kepada pengguna kendaraan bermotor ialah: parkir sepeda motor Rp 10.000, parkir mobil pribadi Rp 30.000, mobil rombongan dengan penumpang 10 orang ke bawah Rp 50.000, dan mobil rombongan dengan penumpang 10 orang ke atas Rp 70.000.

Sedangkan berdasarkan Qanun Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bahwa besaran retribusi untuk kendaraan bermotor pada objek wisata Kolam Biru adalah sepeda motor Rp 2.000, parkir sedan Rp 5.000, parkir minibus Rp 10.000 dan parkir bus Rp 20.000.

ket foto : Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bahwa besaran retribusi untuk kendaraan bermotor pada objek wisata Kolam Biru adalah sepeda motor Rp 2.000, parkir sedan Rp 5.000, parkir minibus Rp 10.000 dan parkir bus Rp 20.000.-(solusi-news.com)

Abdullah menyebutkan, besaran tarif parkir yang dipungut kepada pengunjung objek wisata tidak sesuai dengan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Oleh karenanya kita minta kepada APH agar menertibkan parkir tersebut, karena selain biaya parkirnya yang terlalu besar lahan parkirnya pun diduga tidak mengantongi izin,” ujarnya.

Setiap lahan parkir dan memungut parkir harus ada izin apabila tidak ada izin maka itu termasuk pungutan liar (pungli), sebutnya.

Pungutan liar (pungli) di objek wisata Kolam Biru Rebe dengan korban wisatawan tidak hanya pada pemungutan retribusi. Harga tarif parkir juga menjadi objek pungli.

“Jika tidak diatasi, tindakan ini akan mencoreng pariwisata di Gayo Lues. APH diminta membongkar praktik pungli di objek wisata Kolam Biru Rebe dan lainnya agar segera terkuak sebab selama ini wisatawan mengeluhkan tarif parkir yang mahal,” jelasnya. (Munandar)

Leave a comment