Wawali Bengkulu tidak Tepati Ucapannya Sediakan Migor 18 Ribu Ton

Bengkulu, solusinews – Masyarakat Bengkulu menagih janji dari sebuah video yang beredar yang memperlihatkan Wakil Walikota (Wawali) Dedy Wahyudi mengatakan bahwa akan tersedia Minyak Goreng (Migor) sebanyak 18 ribu ton pada hari selasa, (15/3). Ucapan tersebut ternyata bohong belaka.

Faktanya hingga berita ini diturunkan tak ada rupa bentunya minyak goreng yang dijanjikan tersebut datang ataupun tersedia di Kota Bengkulu. Hal ini membuat Presiden For Bengkulu (FB) Dondi Gatam geram, bahwa kalupun ada dimana lokasinya jangan hanya bisa bicara didepan publik tetapi kenyataannya tidak terbukti bahkan bisa terindikasi Hoax.

“Hingga pukul 00.00 WIB Selasa malam ini mungkin barang tu (Migor) dak akan datang, Jangan Bohong,” ujar Dondi.

Logikanya ada 18.000 ton yang mau dimasukkan, katakan 18 ton per mobil puso, berarti dibutuhkan 1000 mobil puso dan ini kalau dilihat untuk kebutuhan lebih kurang 600 ribu KK se-provinsi Bengkulu jatah selama 6 bulan, Apa mungkin ? … Tanya dondi.

Dalam video tersebut juga Wawali terus menyampaikan bahwa masyarakat jangan panik, Dondi menilai ucapan Wawali malah menambah kepanikan dan bisa saja membuat kegaduhan ditengah masyarakat karena janji-janjinya kepada masyarakat.

Sejak pagi sudah puluhan masyarakat yang antri di depan Kantor Camat Muara Bangkahulu yang beredar isu akan ada operasi pasar minyak goreng, meskipun cuman isu tetapi masyarakat sudah memadati lokasi tersebut.

“Jangan buek Hoax, masyarakat ko terus menunggu, kasihan mereka yang terus menerus mendatangi lokasi-lokasi yang sekiranya mereka bisa mendapatkan Migor tetapi hasilnya kosong,” jelasnya.

Dilanjutkan Dondi Gatam, bahkan saat ini Walikota Bengkulu Helmi Hasan pun telah mengeluarkan Surat Edaran larangan menimbun Migor. Saat ini jangankan menimbun Migor rupa dan bentuk minyak goreng pun sudah sejak lama barangnya sulit tersedia di toko-toko kalupun ada stok langsung habis dan mereka dibatasi pembelian hanya boleh dua liter per orang.

“Helmi harusnya cepat sediakan Migor, cak mano nak nimbun barang tu nian dak ado, kalu ado pun hargo pasti dijual mahal kek masyarakat,” tuturnya.

Saat kami menghubungi kadis kominfo via WA, menanyakan kapan masuknya migor 18.000 ton, dijawab oleh kadis Kominfo Bapak Eko insyaallah dalam beberapa hari ini, dan insyaallah beberapa hari kedepan sudah normal kembali seperti yang telah di instruksikan Kapolri dan menteri perindag RI., tutup Eko. (R)

Leave a comment